Rabu, 24 September 2025

RABU

 RABU, 24 September 2025


Rabu...

median hari dalam seminggu

waktu tengah antara masa depan dan masa lalu

saat bergerak dan berjalan maju

Hari ini akan sama seperti seminggu lalu

rabu ini entah sama dengan yang lalu

hanya waktu dan angka dalam rubahnya suatu waktu

sejenak berhenti luruskan bahu

nafas yang berjalan cepat perlahan tenang menatap waktu

hari berganti tak mengubah kemarin, hari ini dan hari itu

esok pun akan sama dengan masalalu

ketenangan yang memaksa dan hapus haru dalam waktu

agar tak ada harap

sesal tak ada mampu

titik tengah dalam waktu saat bertatap ragu dan rasa mampu

Aku bisa aku mampu

hari ini bukti hidup dalam keseriusan ku

terima kasih dalam hari ini

dan rabu hidup dalam hariku

seminggu ini dan waktu yang berlalu

berjalan sesuai dengan harapku pada hari rabu

terima kasih rabu telah datang dan melewati

hari senin samapi selasaku

terima kasih....

Rabu, 29 Juni 2022

Cahaya sebuah Malam


               Cahaya sebuah Malam

Di sepanjang Jalan yang terlihat
laju kendaraan berlalu-lalang
sorot lampu yang jatuh di mata
menerpa butiran debu malam yang menderu
tak terlihat begitu melihat
hanya perasaan jatuh berkaca pada bola mata
Dingin mulai menyelimuti rasa
dan sepenggal waktu dalam keadaan menunggu
mata yang melihat sinar
seakan membayung kagum pada warna
ia terlihat seperti bintang yg melaju datang dari jauh dan melewatiku
bergantiannya ketiadaan 
bersinar redup nya sebuah harapan
Angin malam yang begitu sejuk
temani gemerlapnya lampu yang bergerak melewatiku
aku seperti terpana
terhipnotis oleh cahaya yang datang dan pergi dalam sebuah ruang
bukan salah sebuah kata
ruang yang berada adalah jalan lurus yang ada  disampingku

by:Airpetir18

Sabtu, 22 Januari 2022

MALAM GELAP

Malam ini begitu gelap. 

Aku sudah tak tahu lagi dimana aku berada. 

Keadaan sekitar begitu sepi sampai suara semut pun terdengar kuat. 

Mata indah terlukis senja, 

Panoramanya berwarna bagai suar yang bercahaya. 

Aku tersandar di pojok ruangan. 

Semua barang melihatku seakan aku adalah tujuan.

Semua mengira aku adalah waktu yang hilang. 

Yang kembali datang dan berharap ikut pulang. 

Aku terkaget seolah aku mempunyai jantung. 

Detak yang tak pernah terasa, seakan bergetar dalam  aksara. 

Kalimat hitam yang bertulis pena, mengacaukan arah pada sekitarnya. 

Terlihat samar warna yang bertabrakan, 

Lukiskan peristiwa aku yang ternoda. 

Aku jatuh diantara waktu, 

Yang batasnya adalah dunia nyata dan dunia yang ku tak tahu. 

Hening mulai menyelimuti, 

Ciptakan perlindungan dalam malam yang sepi. 

Suara yang berdatangan di sudut ruangan memojokkan ku pada pintu yg menuju lorong panjang.

Aku seolah dapat melihat. 

Ujung lorong yang begitu gelap.

Bisikan mulai mendatangiku pada saat saat terakhir aku tersadar.

Gelap malam yang menunjukkan kekuatannya pada setiap orang yang rapuh terjatuh dalam indahnya malam

daan mencekamnya batas waktu pada gelapnya malam itu.

Rabu, 27 Oktober 2021

HUJAN

Sore...
Waktu berjalan begitu cepat
Tidak seperti hari kemarin
Hari ini begitu berbeda

Dear senja...
Hari ini kau tak terlihat 
Kau tertutupi awan putih dan derasnya air yang mengalir

Hujan...
Berkahilah hari ini 
Dan berkahilah waktuku saat ini
Tidak penting pergantianmu atas siang dan malam

Sore ini..
Kau begitu indah memberikan karunia kepada semuanya

Hujan...
Tenanglah...
Waktumu hadir selalu ada
Berkahmu akan selalu menjadi manfaat
Hanya terkadang..
Kecerobohan manusia yang membuatmu kadang merasa dihina
Kau dianggap penyebab
Tapi tak pernah dianggap akibat
Kaulah awal semua.. kehidupan yang ada dan berjalan

Hujan...
Pernahkah kau melihat yang kau jatuhkan
Pernahkan kau melihat esok yang lebih terang
Pernahkah kau lihat air yang kau bawa turun

Hujan...
Sadarkan hari ini begitu berwarna
Meskipun banyaknya warna abu-abu
Meskipun gelap lebih dominan di hari ini
Kamu adalah warna yang memberi manfaat
Meski hari ini terlihat sendu tanpa senja 
Tapi banyak orang berkata
Kau adalah karunia..

Dengan mengucapkan
"Allahumma soyyiban nafi'an"
Kaulah keberkahan yang diberikan tuhan untuk umat manusia.

Terima kasih Hujan.
cipt : Harianto Putra
Bekasi, 08 September 2021

Kamis, 27 Mei 2021

CINTA BERHARGA

CINTA BERHARGA

 Termenung duduk tersandar menutup lesu

Garis menepi sejalan yang hilang dalam perjalanannya

Tersudut seperti aku salah dalam menjalani hidup

Aku,,, menatap langit luas yang sedang mendung

berharap burung tiba berikan pesannya

Jam diatasku berdenting pelan mengikuti aliran waktu

Aku,,, menatap langit luas yang sekarang hujan

tak berharap lagi burung datang berikan pesan

Hujan di luar jelas sudah menghalanginya untuk datang

Ayunan berguncang tangis sedih ia keluarkan

Malaikat kecil yang berharap terbang 

seolah berhenti teriring derasnya hujan yang terdengar

Aku,,, bangun bangkit usap air mataku

langkah tertatih kugapai sisa harapanku

menatap sayu berharap ia tak tahu

Malaikat kecil yang sangat indah

memandangku penuh dengan rasa haru

kutarik kulit mulut bibirku sampai ke pipi

tersenyum lepas bahagia rasaku

Aku,,, merantai semua masalahku

tegapkan hati dan mulai tak ragu

Aku,,, masih hidup untuk berjuang

Malaikat kecil masih ada tuk kubesarkan

biar masa itu terkubur dan melupakan

Malaikat kecil terima kasih tuk beri harapan

terima kasih jadi jalan baru tuk masa depan

dan arti terdalam dalam cinta yang berharga

 

 

Kamis, 08 April 2021

Cahaya Penerang Gelap

Cahaya Penerang Gelap
Demi masa itu
Masa Gelap tak bercahaya
Masa Gelap kami tak berharga
Selalu terlihat lemah Seperti Sapi yang hanya dipelihara
Pemikiran kami dianggap tak ada guna
kamu bagai pelita di kamar yang gelap
nyalamu terang walau dalam ruang gelap
kamu berikan pelajaran
tidak peduli perkataan sekitar
kamu berikan kebaikan
tidak peduli perbuatan apa yang kamu dapat
kamu bagai ombak 
tidak peduli karang yang  kamu terjang
kamu kuat  kamu berakhlak
kamu contoh  kamu penguat
Tidak berhenti meskipun terhalang
Tidak berdiam meskipun kamu jatuh sendirian
kamu kuat kamuberani
kamu cahaya penerang gelap
RA Kartini kamu adalah pahlawan wanita 
Penerang gelap bangsa ini


Senin, 05 April 2021

AKU PERNAH

Aku Pernah

Dalam searah waktu bergerak

Berhenti gusar rasa yang iya bawa

Tertegun Lesu pandangan kabur

berkaca tenang iya melihatnya

Segumpal darah menetas ke tanah

Terluka besar namun tak berdarah

Rasa yang ia bawa tertahan urat nadi 

Antara bentuk jalan nafas hidup dan keinginan jiwa yg abadi

Emosi yang datang

muncul layaknya sebuah prasasti 

Ia terbuat namun terkenang waktu dan zaman

Datang masa dan waktu yang berhenti

Ia pandangi dan ia perlihatkan 

Rasa yang mendatangi 

hidup terkandung dan meresapi

kesalahan yang beriring dan ego diri yang memuaskan hati

pernah dengar rasa ini

percaya tak bisa memahami

meski jiwa itu milikku sendiri

namun ragaku tak pernah merasa seperti ini

Aku pernah

dan Aku merasakan 

Hilang...............................