Sabtu, 22 Januari 2022

MALAM GELAP

Malam ini begitu gelap. 

Aku sudah tak tahu lagi dimana aku berada. 

Keadaan sekitar begitu sepi sampai suara semut pun terdengar kuat. 

Mata indah terlukis senja, 

Panoramanya berwarna bagai suar yang bercahaya. 

Aku tersandar di pojok ruangan. 

Semua barang melihatku seakan aku adalah tujuan.

Semua mengira aku adalah waktu yang hilang. 

Yang kembali datang dan berharap ikut pulang. 

Aku terkaget seolah aku mempunyai jantung. 

Detak yang tak pernah terasa, seakan bergetar dalam  aksara. 

Kalimat hitam yang bertulis pena, mengacaukan arah pada sekitarnya. 

Terlihat samar warna yang bertabrakan, 

Lukiskan peristiwa aku yang ternoda. 

Aku jatuh diantara waktu, 

Yang batasnya adalah dunia nyata dan dunia yang ku tak tahu. 

Hening mulai menyelimuti, 

Ciptakan perlindungan dalam malam yang sepi. 

Suara yang berdatangan di sudut ruangan memojokkan ku pada pintu yg menuju lorong panjang.

Aku seolah dapat melihat. 

Ujung lorong yang begitu gelap.

Bisikan mulai mendatangiku pada saat saat terakhir aku tersadar.

Gelap malam yang menunjukkan kekuatannya pada setiap orang yang rapuh terjatuh dalam indahnya malam

daan mencekamnya batas waktu pada gelapnya malam itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar